Loading...

Ini Kisah Nyata !!! Suami Mendengar Jeritan Misterius Dari Makam Istrinya Yang Hamil, Dan Setelah Dibongkar Ternyata.....

Agustus 15, 2017
Seorang wanita muda yang tengah hamil tiga bln. bangun kembali dan berteriak minta tolong sehari setelah ia dinyatakan meninggal dunia dan dikuburkan oleh keluarganya. Seperti yang ditulis dari Daily Mail, satu video perlihatkan beberapa anggota keluarga berusaha membongkar kembali makam Neysi Perez (16).


Satu di antara kerabat yang berusaha mengeluarkan Neysi Perez dapatkan bila kaca peti mati itu rusak dan jari-jari saudaranya itu memar.

Sayangnya setelah bermacam usaha dilakukan gadis itu tetaplah tidak selamat dan ia kembali dimakamkan di makam yang sama.

Neysi Perez asal La Endtrada, sisi barat Honduras yang tengah hamil tiga bln. dilaporkan jatuh tak sadarkan diri setelah terbangun malam hari untuk pergi ke toilet. Toilet itu ada di luar rumahnya.

Diakui ia terjatuh karena cemas setelah mendengar suara ledakan tembakan. Saat terjatuh dan tidak sadarkan diri mulutnya mengeluarkan busa. Keluarga yakin putri mereka alami hal sejenis ini karena kerasukan roh jahat.

Kerabat Neysi Perez bercerita bagaimana pemuka agama lokal berusaha keluarkan roh jahat keluar dari tubuh Neysi Perez.
Wanita ini lalu dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiga jam tenaga medis coba menyelamatkannya.

Neysi Perez lalu dimakamkan dengan gunakan baju pengantin yang dipakainya saat menikah.

Sehari setelah pemakamannya, sang suami Rudy Gonzales berkunjung ke makam istrinya. Saat berkunjung ia mendengar suara benturan dan jeritan dari dalam makam beton itu.

Dalam rekaman tampak keluarga berusaha sekuat tenaga untuk membongkar makam itu menggunakan palu besar lalu buka peti mati untuk mengeluarkan Neysi Perez.


" Saya demikian terpukul dengan kepergiannya. Belahan jiwaku pergi sekian cepat. Saat bertandang ke makam, saya meletakkan tangan di pusaranya lalu lalu mendengar suara. Saya mendengar suara istri saya menjerit minta tolong. Itu sehari setelah kami memakamkannya. Saya tidak bisa meyakini itu, " papar Rudy Gonzales pada tv Primer Impacto.

Petugas pemakaman mengemukakan ia juga mendengar sebagian suara datang dari pemakaman. Namun ia memberi kepercayaan dirinya bila suara itu datang dari tempat lain. Ia tidak pernah pikirkan bawa ada seseorang yang hidup di dalam sana.

" Sore itu suami gadis itu datang dan memohon pada saya untuk mengeluarkan istrinya karena ia masih tetap hidup. Dia histeris lalu semua keluarga datang dan menerobos ke pemakaman meneriakkan namanya, " tuturnya.

Setelah berhasil dikeluarkan Neysi Perez lalu dilarikan ke rumah sakit paling dekat di San Pedro Sula. Walaupun petugas medis sudah berusaha untuk menyelamatkannya, gadis itu dinyatakan meninggal dunia dan kembali dimakamkan di tempat yang sama.

" Kam sudah lakukan bermacam rangkaian tes tetapi gadis itu sudah meninggal dunia. Mereka lalu kembali membawanya dengan peti mati ke pemakaman, " sebut Dr Claudia Lopez.

Dokter meyakini Neysi Perez mungkin saja saja alami serangan kuatir yang cukup kritis dan buat aktivitas jantungnya berhenti sebentar. Hipotesis lain yakni remaja itu alami serangan cataplexy. Dimana manfaat otot mendadak berhenti. Biasanya dipicu karena stimulus emosional yang kuat seperti stres atau takut.

Ia mungkin saja saja lalu meninggal dunia karena kekurangan oksigen setelah terbangun di dalam peti mati yang tertutup.

Sepupu gadis itu, Carolina Perez mengemukakan saat mengangkat tubuh saudaranya ia meletakkan tangannya di tubuh Neysi dan rasakan tubuh saudaranya itu masih tetap hangat.

" Ada goresan di dahi dan jari-jarinya tampak memar. Ia seperti berusaha untuk keluar dari dalam peti dan melukai dirinya, " cerita Carolina.

Ibu Neysi Perez, Maria Gutierrez meyakini bila putrinya dikubur hidup-hidup dan menyalahkan petugas medis yang amat cepat mengatakan putrinya meninggal dunia.

" Dia tidak terlihat seperti meninggal dunia. Bahkan sehari setelah dimakamkan tubuhnya masih tetap normal. Mayatnya tidak mau dan ia tampak seperti tidur nyenyak. Tubuhnya masih tetap fleksibel. Itu tidak mungkin apabila ia sudah wafat berjam-jam, " sebutnya.

" Saya fikir kami akan memperoleh anak kami kembali, " sesalnya

sumber : http://news.beetekno.com/2017/07/ini-kisah-nyata-suami-mendengar-jeritan.html

SEREM !!! Kisah Petualangan Gunung di Malaysia Yang Penuh Mistis

Agustus 15, 2017
Cerita hantu ini terjadi sekitar setahun yang lalu saat aku mengikuti ekspedisi ke Gunung Stong. Gunung ini terletak di hutan Jelawang di negara bagian Kelantan, Malaysia. Ini merupakan pengalaman saya pertama kali trekking gunung. Juga merupakan pengalaman pertama kali saya mengalami kejadian mistis di gunung…



Kami tiba di perkemahan Gunung Stong jam 8:00 malam. Setelah selesai mendirikan tenda, masing-masing membersihkan diri. Ada yang mandi dikamar mandi yang disediakan, dan ada yang mandi disungai yang terdekat. Waktu itu belum terlalu larut. Tetapi saya sudah mulai merasa tidak tenang. Saya sulit mendeskripsikannya. Seperti ada yang mengawasi gerak-gerik saya.

Aku tidak berani turun ke sungai karena saat itu sudah gelap. Setelah makan malam yang merupakan acara bebas, saya mengambil kesempatan ini untuk berkenalan dengan anggota ekspedisi Gunung Stong yang lain. Kami bercerita hingga larut malam. Ketika hendak memasuki tenda untuk tidur, sesaat saya menampak sesuatu di dalam tenda. Teman satu tenda saya sudah tidur nyenyak sehingga dia tidak menyadarinya. Aku tidak membangunkannya juga. Takut mengagetkan dia, juga lagipula saya pikir mungkin saya salah lihat. Sepanjang malam, saya tidak bisa tidur nyenyak karena mendengar suara-suara binatang hutan yang menyeramkan.

Sekitar jam 6:00 pagi kami bangun dan bersiap-siap mulai mendaki Gunung Stong. Semua masih agak kelelahan mengingat semalam kami menempuh perjalanan delapan jam dengan bus untuk sampai ke kawasan ini. Setelah sarapan, semuanya bersiap-siap mendaki. Pada saat di kaki Gunung Stong, salah seorang peserta tiba-tiba mengundurkan diri gara-gara kakinya bengkak. Tidak jelas apa penyebabnya. Yang lain tetap melanjutkan perjalanan. Kami melintasi berbagai rintangan seperti anak sungai, air terjun dan hutan belukar. Masing-masing walau lelah tetapi tetap penuh semangat untuk melanjutkan perjalanan.

Kami sampai di pertengahan Gunung Stong pada sore hari. Rencananya, kami mendirikan tenda di sini, kemudian lanjut mendaki ke puncak. Nanti malamnya setelah turun dari puncak, kami sudah bisa langsung istirahat di sini. Waktu itu ada di antara kami yang sudah tidak berdaya melangkah dan memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Stong. Mereka memilih menunggu kami di tenda. Aku bersama peserta yang lain melanjutkan perjalanan.

Cahaya matahari semakin redup dan udara semakin dingin. Akhirnya kami tiba dipuncak hampir waktu Maghrib. Kami sempat memotret pemandangan-pemandangannya. Waktu itu aku sudah sangat-sangat letih dan lapar. Untungnya saya membawa sedikit makanan.

Dalam perjalanan turun, aku termasuk salah satu yang berada di bagian terakhir. Hari semakin gelap. Setelah sampai di suatu daerah (saya kurang tahu nama tempatnya), kami mendengar suara siamang bersahut-sahutan seolah-olah ingin memberitahu sesuatu. Sangat seram, soalnya suara itu rasanya berasal dari tepat di atas kepala kami.

Tersesat Di Hutan

Dengan hanya dilengkapi senter dan panduan dari peserta yang berpengalaman mendaki Gunung Stong, kami menuruni gunung sambil berpengangan tangan. Ada di antara kami yang sudah terlalu lemah dan malah jatuh pingsan. Ini menyebabkan perjalanan kami terhenti beberapa kali. Aku merasa aneh karena kami masih belum sampai ke daerah perkemahan kami bahkan sudah lebih dua jam kami berjalan.

Malah, saya merasa kami telah melalui satu daerah yang sama, soalnya ada pohon yang besar-besar entah berapa kali kami lewati. Akhirnya pemandu kami mengakui bahwa dia tidak berhasil menemukan jalan asli yang harus kami lalui saat mendaki ke puncak Gunung Stong tadi.

Tentu saja kami menjadi risau. Untungnya semua masih mampu mengontrol diri (atau mungkin karena sudah terlalu lelah untuk ribut). Salah seorang dari kami menyarankan agar kami tetap melanjutkan perjalanan, tetapi yang lain merasa khawatir kalau-kalau kami semakin tersesat jauh ke dalam hutan.

Di saat kebingungan itulah, tiba-tiba terjadi kejadian yang sangat-sangat aneh. Bahkan kalau dipikir-pikir oleh saya hari ini, terasa sangat aneh. Entah dari mana, tiba-tiba muncul sekelompok pemuda misterius. Semuanya memakai sorban dan jubah putih. Mereka memberi salam. Kami menjawab salam mereka dan menceritakan masalah kami. Menurut mereka, kejadian seperti ini memang sudah sering terjadi. Mereka menyarankan kami agar teruskan perjalanan menuruni Gunung Stong sambil menunjuk ke satu arah. Semua melihat ke arah yang ditunjukkan. Belum sempat kami mengucapkan terima kasih, kelompok pemuda tadi sudah hilang entah ke mana. Kami terdiam semua…

Kami melanjutkan perjalanan kearah yang ditunjukkan dan tidak lama kemudian kami melihat cahaya samar-samar. Setelah semakin dekat, ternyata itu cahaya yang datang dari daerah perkemahan kami! Sesampai sana kami dihujani dengan berbagai pertanyaan. Ternyata kami tersesat lebih dari satu jam.
Dirasuki Penghuni Hutan

Untungnya ada kelompok misterius yang berjubah tadi membantu kami. Kalau dipikir-pikir dengan akal sehat, sepertinya tidak mungkin ada orang yang berpakaian sorban di gunung. Jadi apakah mungkin mereka memang bukan manusia?

Di luar sedang turun hujan dengan lebatnya. Meskipun lelah, aku merasa susah untuk tidur. Mungkin ada sedikit kekhawatiran kalau-kalau tenda ini akan terbawa arus atau longsor…

Keesokkan harinya, kami berkemas untuk turun dari puncak Gunung Stong, kembali ke perkemahan kami sebelumnya.

Di tengah jalan, kami sampai di satu tempat peristirahatan yang dinamakan Baha Camp. Di situ masing-masing bisa melepas penat dan istirahat dangan mandi atau memasak makanan. Saat itu, hari sudah siang. Sedang kami asyik mandi dan masak-masak, tiba-tiba kepala kelompok ekspedisi menyuruh kami segera bersiap-siap untuk turun.

Kami keheranan. Capeknya belum betul-betul pergi mengapa kami sudah harus berangkat seburu-buru itu? Dia hanya menjawab telah terjadi sesuatu, dan menyuruh kami cepat-cepat meninggalkan daerah itu. Saya segera kemas-kemas. Belakangan baru tahu kalau ada salah seorang peserta wanita telah dirasuki makhluk halus. Dia tidak suka kami berada di kawasannya dan mengancam untuk merasuk lebih banyak lagi jika kami terus merasa disitu.

Meskipun takut, masing-masing tetap patuh dan bergerak cepat. Kami lanjut menuruni Gunung Stong. Di Baha Camp hanya tinggal ketua kelompok, peserta yang kerasukan makhluk halus serta beberapa orang tracker yang bekerja di Baha Camp.

Akhirnya kami sampai di perkemahan pas di sore hari. Setelah mendirikan tenda dan mandi kami bersiap untuk memasak. Waktu itu kami melihat peserta yang dirasuk tadi turun bersama-sama yang lain. Dia terlihat normal. Sebelum masuk kekawasan tenda, abang Baha (Ketua Baha Camp) membaca sesuatu lalu dihembus kepada peserta yang kerasukan makhluk halus tadi. Tiba-tiba saja dia menjadi lemah dan lunglai yang langsung disambut si abang kemudian dipapah ke dalam tenda.

Dia dibaringkan ditengah-tengah lapangan dan abang Baha terus membaca doa. Kami tidak diizinkan mendekati peserta wanita tadi soalnya menurut abang Baha makhluk halus yang merasuknya masih berada di sekitar kawasan itu, bersama beberapa teman-temannya. Meskipun kami tidak bisa melihat makhluk halus dan kawan-kawannya itu, kami patuh pada perintah abang Baha.

Setelah makan malam, semua mengerumuni abang Baha untuk mengetahui cerita yang sebenarnya. Ternyata makhluk halus yang tinggal di kawasan Gunung Stong itu marah pada peserta yang dirasukinya karena memetik sekuntum bunga dari pohon yang hanya menghasilkan baunya setiap tujuh tahun. Katanya lagi jika kami masih berada di Baha Camp, mungkin lebih banyak lagi yang akan dikuasai (dirasuki).

Meskipun makhluk halus itu berhasil diusir dari tubuh peserta bersangkutan selama di Baha Camp lagi, abang Baha terpaksa membiarkannya merasuki kembali peserta itu untuk membantu mambawa peserta itu turun sampai kekawasan tenda. Kalau tidak, mereka menghadapi masalah untuk membopong si peserta wanita itu turun dengan kondisi badannya yang lemah.

Begitulah secuil pengalaman saya selama mendaki Gunung Stong. Saya sendiri melihat ada beberapa cerita mistis maupun cerita seram mendaki gunung yang lain di sini. Ini sendiri merupakan pengalaman yang berharga bagi saya, juga semoga bisa membuka wawasan pembaca sekalian. Ingat bahwa untuk tidak sembarangan memetik bunga atau memungut apapun yang ada di hutan. Karena bagaimanapun kita adalah orang luar yang bertamu. Tentunya tidak sopan sembarangan mengambil barang rumah orang bukan?

sumber : http://www.ceritamistis.com/petualangan-gunung-di-malaysia-yang-penuh-mistis/

Kisah Nyata : Tangan Pemandi Mayat Tak Bisa Lepas dari Kemaluan Jenazah Wanita

Agustus 14, 2017
Ada sebuah kisah menarik yang nyata terjadi di zaman Imam Malik. Diceritakan, ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya. Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Hingga suatu saat, tibalah ia pada hari kematiannya. Ketika jenazahnya dimandikan oleh seorang wanita pemandi mayat, tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan jenazah wanita itu dan tidak mau terlepas.


Semua penduduk dan ulama gempar dengan kejadian tersebut. Bagaimana tidak, tangan si pemandi jenazah menempel hingga semua orang yang hadir di sana kehabisan akal untuk melepaskan tangan wanita itu dari jenazah.

Hanya ada dua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah itu. Pertama, memotong tangan wanita pemandi jenazah tersebut. Kedua, kubur wanita si pemandi mayat berikut jenazah itu sekaligus ke dalam tanah.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat dari Imam Malik. Imam Malik bukan orang yang mudah memberikan fatwa. Pernah suatu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawab hanyalah 5.

Ini menunjukkan betapa berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam menjawab masalah agama.

Kemudian, Imam Malik bertanya kepada si wanita pemandi jenazah, adakah ia berkata apa-apa kepada jenazah tersebut sewaktu memandikannya.

Wanita pemandi jenazah itu pun berkata bahwa dia pernah mencela jenazah itu sewaktu membersihkan tubuhnya dengan berkata, " Ya Allah, berapa kali tubuh ini telah melakukan zina"  .

Imam Malik pun berkata pada si pemandi jenazah, " Kamu telah menjatuhkan Qadzaf (tuduhan zina) pada wanita itu, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali karena tidak bisa mendatangkan saksi"  .

Setelah wanita pemandi jenazah itu dikenakan hukuman 80 cambukan, baru terlepaslah tangannya dari jenazah tersebut.

Kisah Nyata : Jenazah Gadis Cantik Ini Keluarkan Bau Super Wangi,Ternyata Begini Kehidupannya Dulu!

Agustus 14, 2017
Beberapa tanda seorang mati dalam keadaan khusnul khotimah diantaranya meninggal bukan ditempat maksiat dan dengan tenang.

Seperti kisah meninggalnya gadis yang bernama Malak

Terlahir ditengah keluarga kaya, ayahnya muslim sedang sang ibu beragama Nasrani.


Ditengah orang tua yang kaya ternyata tidak semuanya bisa Malak dapatkan, termasuk kasih sayang dan pendidikan agama.

Kehidupannya pun glamor dan boros, Malak telah terbiasa menyewa villa saat libur sekolah sejak SMA.

Tak jarang Malak bercampur dengan teman laki-lakinya, bahkan tidur dalam satu kamar bersama dengan yang lain.

Meskipun begitu, Malak tidak pernah berbuat tidak senonoh dengan teman laki-lakinya.

Suatu hari ketika liburan, Malak mengunjungi rumah salah satu temannya.

Saat Malak berbincang dengan teman-temannya, tiba-tiba seorang wanita mengajak teman lelakinya ke kamar.

Alangkah terkejutnya Malak saat melihat teman wanitanya berdua dengan cowok di kamar sedang melakukan tindakan memalukan.

Malak marah seketika dan menampar wajah teman wanitanya, lalu ia berlari dan pulang.

Untuk pertama kalinya Malak merasa tersesat tanpa arah.

Dari kejadian itu, Malak menjadi sering menyendiri dan merenung.

Perubahannya bahkan terlalu ekstrim untuk seorang dengan kehidupan serba cukup.

Ia tak lagi menyukai musik, pakaian yang serba terbuka bahkan rumah mewah tempat ia tinggal.

Kumandang adzan yang tak pernah ia dengar, tetiba hari-hari setelahnya seolah suaranya mengusik jiwa.

Sejak itu, ia memutuskan untuk sholat. Di rumah mewah itu, satu-satunya perlengkapan ibadah yang ada merupakan peninggalan neneknya.

Mukena dan sajadah milik mendiang nenek ia gunakan untuk sholat.

Dalam sholatnya, ia menyesali perbuatan yang selama ini dijalani.

Air matanya menganak sungai saat sujud, ia menangis tersedu-sedu.

Satu jam berdoa, ia pertama kalinya mengaku merasakan ketenangan batin.

Saat pikiran jernih, Malak teringat akan pamannya yang alim. Ia pun memutuskan untuk belajar pada pamannya.

Dari pamannya, Malak belajar agama Islam dengan kasih sayang, mulai dari cara wudhu yang benar hingga ilmu agama lainnya.

Beberapa hari di rumah paman sekaligus guru agamanya, Malak tiba-tiba menguatkan tekad untuk belajar lebih dalam.

“Paman, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Alquran?” tanyanya.

“Insya Allah lima tahun,” jawab sang paman.

Dalam pikirannya, Malak khawatir tidak bisa menyelesaikan hafalan Quran sebab usianya belum tentu mencapai lima tahun ke depan. Namun, dengan semangat belajar yang tinggi, sejak hari itu ia mulai menghafal Alquran dengan bantuan sang paman.

Beberapa waktu berselang, ketika Malak sedang menghafal Alquran, ayahnya datang dengan marah-marah meminta Malak pulag. Tapi Malak tidak mau karena ingin melanjutkan hafalan Alqurannya. Setelah perdebatan alot, akhirnya Malak diizinkan tinggal di rumah sang kakek.

Subhanallah, tak lama kemudian Malak telah menghafal 30 juz Alquran. Belum mencapai target lima tahun, ia sudah menjadi hafidzah. Bahkan dalam waktu yang sangat singkat, hanya tiga bulan. Cita-cita yang selalu ia dengungkan dalam doa sekarang terkabul.

Pasca bisa menghafal 30 juz dalam waktu tiga bulan, Malak mengadakan acara syukuran. Seluruh keluarga dan kerabat diundangnya.

Semua telah berkumpul, acara hampir dimulai tapi Malak tak kunjung terlihat juga. Seorang wanita yang merupakan kerabat Malak sebelumnya melihat Malak tengah sholat di kamar.

Terlalu lama menunggu, keluarga menjemput Malak di kamarnya. Dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat Malak, sang hafidzah terbaring tanpa gerakan sedikitpun sembari memegang mushaf Alquran.

Setelah diperiksa, Malak sudah tidak bernyawa lagi. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semua orang shock, terutama sang ayah. Tapi itulah yang terjadi, Malak telah pergi selamanyaa meninggalkan dunia dan gegap gempitanya.

Acara syukuran menjadi tanggisan dari para keluarga dan kerabat dekat. Malak, meninggal dunia dalam keadaan baik.

Seketika itu, jenazah Malak langsung diurus, mulai dari memandikannya. Saat hendak dikafani, sebuah keajaiban terjadi, kafan yang telah disiapkan tiba-tiba hilang.

Karena tidak kunjung ditemukan, keluarga akhirnya menggunakan kain hijau yang terikat di sebuah tiang rumah sebagai kain kafan.

Anehnya, kafan gadis penghafal Quran ini beraroma harum. Kain itu berbau wangi terus menerus setelah dipakai untuk mengkafani jenazah.

Dari kisah ini tentunya semua harus telah menyadari bahwa suatu saat liang lahat menjadi rumah abadi.


Oleh karena itu semua orang mempunyai cita-cita ingin meninggal dalam keadaan tenang atau dalam islam dikenal dengan khusnul khotimah.
(Rahasiailahi)